Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Jateng, Sri Kusuma Astuti mengatakan pada hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2014, tingkat partisipasi perempuan di DPRD Jateng mencapai 24% dari jumlah 100 kursi. Sedangkan di seluruh kota dan kabupaten di Jateng, rata-ratanya 17,4 %.

"Keterwakilan harus bisa ditingkatkan. Keberadaan perempuan di parlemen dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan. Mereka yang duduk di legislatif bisa mengawal aspirasi dan memperjuangkanya,'' kata Kusuma pada acara pelatihan peningkatan kapasitas politik bagi perempuan bakal calon legislatif Pileg 2019 di The Royal Surakarta Heritage, Rabu (13/9/2017).

Pada acara yang diikuti 50-an bakal caleg perempuan dari berbagai parpol itu turut dihadiri Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Darsono, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Kusuma menambahkan perempuan dituntut tak hanya cakap mengurus rumah tangga namun harus melek politik. Alasanya, jumlah penduduk Indonesia sebagian besar perempuan dan mereka memiliki aspirasi tersendiri. Baik persoalan kesejahteraan dan layanan. Aspirasi itu akan lebih terkawal jika jumlah legislator perempuan semakin banyak.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, butuh dukungan pimpinan parpol untuk memenuhi keterwakilan perempuan di angka 30%. Menurutnya, jika mengejar persentase lebih baik maka Pileg harus didorong dengan sistem tertutup sesuai nomor urut. Dari tiga nomor di atas, ada satu perempuan yan ditempatkan di nomor kedua. Maka target tersebut dengan sendirinya terpenuhi. Kenyataanya, saat ini persaingan caleg terbuka dan disesuaikan jumlah suara yang diperoleh.
Meski demikian, Ganjar meminta perempuan jangan minder untuk bersaing dengan laki-laki untuk duduk di legislatif. Ia mencontohkan, saat ini ada sembilan menteri perempuan dari 34 menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Jika minder soal pendidikan, Ganjar mencontohkan Menteri Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP. Ia pun memberikan sejumlah langkah untuk mendulang suara saat Pileg."Buat agenda setting yang jelas dan harus sesuai dengan wilayah yang disasar. Misalnya di Brebes, bisa mengenai penurunan AKI-AKB (Angka Kematian Ibu dan Bayi). Gunakan sentuhan emosional agar jauh lebih mengena,'' kata  Ganjar.Sementara Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Darsono mengatakan Jateng menjadi satu dari 14 provinsi yang disasar untuk pelatihan bakal caleg perempuan. Hal itu disebabkan tingkat partisipasi perempuan cukup rendah.Pelatihan diselenggarakan tiga tahap. Sebelum Pileg 2019, saat caleg sudah mendaftar di KPU, dan setelah terpilih menjadi anggota legislatif. Salah satunya pelatihan membaca anggaran. ''Jangan sampai ada anggota legislatif perempuan yang DLLD. Datang Lholak Lholok Duit,'' kata Darsono.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler