Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Deputi General Manager Operasional Jasa Marga Cabang Semarang, Aprimon mengakui, saat ini kemajuan penerapan sistem nontunai belum sampai 50 persen. Kendati demikian, pihaknya yakin program tersebut tetap bakal sukses.

Lalu bagaimana nasib para pegawai yang selama ini bertugas di gardu-gardu tol? Karena seiring keberadaan sistem nontunai ini, jasa mereka tak akan digunakan. Aprimon memastikan, para pegawai itu tak akan dipecat. Mereka akan dialihtugaskan ke unit-unit kerja yang lain.

"Ya, misalnya menjual kartu nontunai di gardu-gardu tol, atau di unit pemeliharaan. Pengguna jalan tol juga terus naik, dari semula 120 ribu kendaraan/hari menjadi 150 ribu kendaraan/hari," katanya.

Jasa Marga Cabang Semarang mempekerjakan sekitar 60 pegawai di empat gerbang tol yang ada di Kota Semarang. Empat gerbang tol itu memiliki total 32 gardu, terdiri atas 14 gerbang tol otomatis (GTO) dan 18 gardu reguler.

Aprimon mengatakan, Jasa Marga bersama kalangan perbankan terus melakukan persiapan, termasuk alat pembayaran, serta layanan isi ulang kartu sehingga lebih memudahkan pengguna jalan tol.

"Peralatan untuk membaca kartu sangat diperlukan. Kalau alatnya tidak bisa kan susah. Bahkan, nanti ada yang bisa membaca semua kartu bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia," ujarnya.

Nantinya, kata dia, masyarakat bisa melakukan "top up" atau isi ulang kartu nontunai dari seluruh perbankan di semua tempat sebagaimana sistem Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bersama.Untuk uji coba, kata dia, Jasa Marga akan menerapkan sistem transaksi nontunai di sejumlah gerbang tol, yakni Gerbang Tembalan, Gayamsari, Muktiharjo, Manyaran, dan Banyumanik.Baca : Bulan Depan, Masuk 2 Gerbang Tol di Semarang Ini Tak Bisa Bayar CashRegional Transaction and Consumer Head Bank Mandiri Region VII Jawa II Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Zedo Faly menyebutkan transaksi nontunai di ruas tol di Jateng terus meningkat.Setidaknya, kata dia, sejak Januari hingga Juli 2017 mencapai Rp 90 miliar dan diperkirakan hingga Desember mendatang bisa mencapai Rp 270 miliar sehingga total tahun ini bisa sampai Rp 360 miliar."Kami optimistis transaksi nontunai di semua ruas tol di Jateng bakal naik 200 persen hingga akhir tahun ini, setelah transaksi nontunai diberlakukan mulai Oktober mendatang," terangnya dikutip dari Antarajateng.com.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler