Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain pemilihan struktur partai baru, dalam musda ini juga dibahas tentang persoalan pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Terutama untuk mengkritisi kebijakan Undang-undang Pemilu yang baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Pramono Edhie Wibowo mengatakan, isu pilpres diangkat lantaran dianggap adanya ketidakadilan. Ia menyebut, meski masih dalam pengawasan judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK), pihaknya mengaku UU Pilpres tersebut memiliki banyak kekurangan.

Ketua Badan Pembinaan, Organisasi, Keangotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo menyebut, acuan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) yang masih mengacu pada hasil Pileg 2014.

Pasalnya, Pileg-Pilpres 2019 dilaksanakan ditanggal yang sama. Tak hanya itu, para partai baru pun akan dirugikan lantaran mutlak tidak bisa mengusung, termasuk partai lama yang memiliki potensi peningkatan suara dalam Pileg 2019.

"Soal pilpres masih terkendala karena undang-undang yang baru menyebut minimal prosentase suara dalam Pileg minimal suara 20 persen mencalonkan. Kalau saya inginnya semua partai bisa mencalonkan," katanya.
Ketidakadilan tersebut dianggap Partai Demokrat membendung potensi partai dan calon menjadi lebih sempit dan terbatas. "Demokrasi harusnya jangan membodohkan, tapi mencerdaskan masyarakat. Soal siapa calon dari Demokrat (untuk Pilpres) kami usahakan usung dari internal partai," paparnya.Partai Demokrat Jateng baru dua kali menggelar musda sejak 2005. Pada musda pertama, Sukawi Sutarip terpilih sebagai ketua. Beberapa kali musda direncanakan digelar, namun selalu batal."Karena perkembangan politik yang cukup tinggi, saya ditunjuk sebagai pelaksana tugas pada April 2016, tujuannya biar fair," terangnya.pemilihan dalam Musda ke-II Demokrat Jateng menyebutkan akan dipilih oleh 37 suara. Suara tersebut berasal dari 35 DPC, satu DPD, dan satu DPP. "Kalau bisa siapa yang terpilih nanti melalui musyawarah mufakat," pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler