Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan, untuk persiapan awal, pihaknya telah melakukan pengadaan logistik sebesar Rp 480 juta.

Sebagian logistik sudah didistribusikan ke posko bencana di kabupaten/kota. Pada triwulan ke empat 2017, BPBD Jateng juga melakukan pengadaan logistik lanjutan sebesar Rp 180 juta.

“Sesuai peraturan gubernur tentang kebencanaan, logistik memang kita stok di kabupaten kota sehingga ketika terjadi banjir misalnya, bisa langsung didistribusikan,” katanya.

Sarwa mengatakan, Jawa Tengah adalah provinsi tangguh bencana pertama di Indonesia. Gubernur menerapkan pola penanggulangan bencana alam secara sinergitas melibatkan semua pihak terkait.

Bila terjadi bencana alam, bukan hanya  BPBD yang bergerak, tetapi juga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) provinsi dan kabupaten/kota, kepolisian, TNI, Pertamina, PLN, Telkom, dan komponen masyarakat lainnya.

Salah satu regulasi yang dijadikan percontohan nasional adalah penanggulangan bencana dengan pendekatan kewilayahan.
Yakni, bila terjadi bencana di satu kabupaten, maka kabupaten-kabupaten terdekat harus segara memberikan bantuan baik berupa personel maupun logistik. “Ini satu-satunya di Indonesia,” tegasnya.Musim hujan yang sudah mulai turun pada Oktober ini, menurut Sarwa, diprediksi akan ekstrim. Sejurus dengan itu, maka ancaman banjir serta longsor semakin besar.“Prediksinya cuaca ekstrim jadi ancaman banjir semakin besar. Apalagi kemarau kan banyak tanah yang merekah, itu berbahaya kalau terisi air hujan,” jelasnya.Pada Jumat 13 Oktober 2017 mendatang, BPBD Jateng akan berkonsolidasi dengan BPBD kabupaten/kota. Esoknya, Sabtu 14 Oktober 2017, giliran BPBD berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-Jateng.“Istruksi dari gubernur, kami harus petakan titik-titik bencana, menyebarkan peringatan, lokasi posko dan nomor kontak posko ke masyarakat. Kami juga siap keluarkan siaga darurat bencana atas rekomendasi BMKG,” tegasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler