Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jawa Tengah Prasetyo Aribowo menyebut, aplikasi E-Service ini akan mempermudah pihak investor dalam mengurus perizinan. Dengan program ini ditargetkan, investasi yang masuk ke Jateng akan semakin besar.

“Pertumbuhan investasi terus membaik. Sejak 2013 hingga sekarang peningkatanya 52 persen. Investasi asing kebanyakan sektor energy, dan untuk investasi dalam negeri tekstil,” katanya.

Menurut dia, aplikasi E-service akan melayani 166 jenis perizinan. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan informasi tentang aspek-aspek yang dibutuhkan investor, untuk melakukan investasi di Jawa Tengah.

Salah satunya informasi tentang tata ruang, agar investor tidak lagi terkendala tata ruang saat mendirikan pabrik.

“Banyak investor mengeluh kesulitan membangun pabrik, dan ternyata mereka salah beli lahan, karena lingkungan sekitar lahan tidak mendukung untuk dibangun industri,” ujarnya.

Aplikasi ini juga disambut baik kalangan perusahaan. Karena proses perizinan bisa dilakukan secara oniline.Wakil Ketua Kadin Jawa Tengah Bidang Pengembangan Ekonomi Didik Sukmono mengatakan, pengusaha yang ingin berinvestasi ke Jawa Tengah biasanya ingin agar pengurusan perizinan tidak terlalu lama dan biayanya pun tidak terlalu mahal. Sehingga e-service sangat diharapkan mampu memenuhi tuntutan dari para pengusaha.“Pengusaha hanya ingin jangan sampai ada start up yang lama untuk mengurus perizinan, itu tuntutan pengusaha. Yang kedua adalah startup cost-nya jangan tinggi-tinggi,” ujarnya.Selain itu, Didik juga meminta agar pemerintah daerah, khususnya pemerintah kabupaten/ kota menyeragamkan perizinan konstruksi agar memudahkan mereka membangun industri yang akan berdampak pada penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.“Kalau kita bicara tentang perizinan ada dua hal. Satu perizinan yang sifatnya prakonstruksi yang di-cover oleh provinsi dan kami merasakan nyaman. Hanya ketika mau masuk ke izin teknis atau izin konstruksi yang ada di kabupaten/kota, kami mengamati satu kabupaten/ kota dengan yang lain itu masih berbeda-beda, belum seragam,” ungkapnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler