Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ini dikatakan Donny saat menjadi narasumber dalam Forum Dialog dan Literasi Media “Bijak Bermedia Sosial” yang digelar Kemenkominfo dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Hotel Ciputra Semarang, Kamis (2/11/2017).

Dalam dialog yang mengambil tema “Literasi Medsos Berbasis Islam Wasathiyah” itu  Donny menyebut, untuk meminimalisasi dampak buruk, literasi digital sebaiknya dimulai dari hulu.

Cara itu jika dilakukan secara komprehensif dibarengi dengan pendampingan oleh komunitas serta penegakan hukum di hilir, diyakini akan dapat membantu mencerdaskan masyarakat dalam menggunakan media digital.

“Ada banyak dampak negatif penggunaan medsos secara tidak baik. Antara lain, mengganggu privasi orang lain, pornografi anak, radikalisme, cyberbully, ujaran kebencian, main hakim sendiri (persekusi), dan berita bohong (hoaks),” katanya.

Acara yang dimoderatori Sekretaris Infokom MUI Pusat Usman Yatim itu juga menghadirkan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Dr KH Nurul Irfan dan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji sebagai pemateri. Sementara peserta berasal dari perwakilan organisasi kepemudaan dan remaja masjid.

Donny menjelaskan, saat ini Indonesia berpenduduk sejumlah 262 juta jiwa. Dari jumlah itu, 132,7 juta atau 55 persen di antaranya merupakan pengguna internet, dan 106 juta atau 40 persennya menggunakan media sosial.
Yang aktif di media sosial menggunakan handphone sejumlah 92 juta atau 35 persen. Uniknya, ada 371,4 juta nomor handphone yang aktif atau 142 persen dari  jumlah penduduk Indonesia. “Nomor yang digunakan melebihi jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya.Selain itu, bijak bermedos diperlukan. Karena jika tidak maka masyarakat akan mudah diadu domba.“Bayangkan, pernyataan pimpinan ormas, ulama yang didapat langsung saja di-share lewat medsos. Padahal isinya ada yang dipelintir, tentu saja hal ini bisa membuat resah, karena ada ujaran kebencian, adu domba,” ucap Usman Yatim.Sementara itu, Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji menyebut, MUI juga punya tugas membantu umat dalam menghadapi berbagai dampak negatif penyebarluasan informasi yang merusak. Termasuk informasi yang beredar melalui media sosial.“Tugas MUI adalah mengajak umat agar punya daya tangkal kuat menghadapi berita bohong, ujaran kebencian yang tersebar lewat media sosial,” ucapnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler