Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan Gus Yaqut memberikan singkatan GP yang biasa digunakan untuk menyingkat nama Ganjar, menjadi “gubernur pindo”. Kata “pindo” dalam bahasa Jawa berarti dua, sehingga yang dimaksud sebagai gubernur dua periode.

Ini diucapkan Gus Yaqut saat membukan Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jateng, di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/11/2017).

Namun ia mengaku agak kecewa lantaran Ganjar tidak jadi datang untuk membuka konferwil. Saat itu Ganjar mengikuti Tour de Borobudur, dan mewakilkan pada pejabat Biro Kesra Setda Provinsi Jateng.

Padahal Gus Yaqut mengaku sangat berharap ganjar hadir dalam acara tersebut. Saat Konferwil tahun 2014 lalu, Ganjar hadir dan Ketua Umum GP Ansor saat itu Nusron Wahid menyebut bahwa GP Ansor memiliki kesamaan dengan Ganjar.

Yakni di NU ada GP kepanjangannya adalah Gerakan Pemuda, sementara untuk di Ganjar yaitu Ganjar Pranowo (GP).

“Pak Nusron mengatakan kalau di Ansor GP adalah Gerakan Pemuda kalau Pak Ganjar itu Ganjar Pranowo. Sebenarnya kalau dia (Ganjar) hadir maka akan saya ganti menjadi GP yang lain yaitu ‘Gubernur Pindo’. Tapi karena tidak hadir maka akan saya tayangkan di episode berikutnya saja,” kata Gus Yaqut.Baca : Gus Shola dari Jepara dan 2 Tokoh Ini Bersaing Jadi Ketua GP Ansor JatengHadir pula dalam acara tersebut Ketua PWNU Jawa Tengah Dr Abu Hapsin, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, pengurus PP GP Ansor, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, dan sejumlah Anggota DPR RI.Dalam sambutannya, Gus Yaqut menekankan mengenai pentingnya para kader Ansor dan Banser untuk terus teguh menjaga NKRI dari ideologi-ideologi radikal. Bahkan, dikatakan, Ansor Banser harus terus mengawasi setiap pergerakan kelompok-kelompok anti Pancasila itu.“Ini tantangan kita. Mereka terus bergerak, semua momentum dimanfaatkan. Maka Konferwil ini sebagai ajang untuk menyiapkan melawan mereka. Kita nggak boleh lengah, nggak boleh terlena, kita harus terus mengawasi mereka. Sekali kita lengah, maka habislah negara kita,” tandasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler