Ngeri, 20 Ribu Siswa SMP dan SMA di Jateng Terinveksi HIV/AIDS
Murianews
Sabtu, 9 Desember 2017 15:43:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ini diungkapkan Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru P, dalam lokakarya bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng, di Gedung BNNP Jateng, Rabu (6/12/2017) lalu.
Menurut dia, dengan banyaknya siswa yang sudah terifeksi penyakit ini, cukup merisaukan. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan di sekolah-sekolah, karena penularan HIV/AIDS seringkali melalui jarum suntik saat menggunakan narkoba.
”Untuk 2018 mendatang, kami akan menggalakkan pemeriksaan kesehatan di semua sekolah,” katanya.
Ia merinci, kasus penularan HIV/AIDS tertinggi pada kaum heteroseksual, yakni mencapai 85,57 persen. Kemudian disusul penularan akibat penggunaan jarum suntik (penasun) mencapai 5,17 persen, perinatal mencapai 5,23 persen, homoseksual 4,69 persen, sisanya akibat transfusi darah mencapai 0,13 persen.
Ia menyebut kasus ini cukup mengagetkan. Apalagi, penggunaan jarum suntik untuk mengonsumsi napza semakin marak digunakan di kalangan pelajar sekolah. Jumlahnya kian meningkat setiap tahun. Sehingga kasus penularan HIV/AIDS juga ikut naik.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



