Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


terlibat aksi kejar-kejaran.

Oleh netizen, mobil itu disebut dikendarai para perampok dan tengah kabur dari kejaran polisi. Ada juga yang menyebut jika mobil tersebut lari setelah terlibat tabrak lari.

Mobil berpelat nomor B 2934 BA itu, Senin (18/12/2017) kemarin ternyata ditemukan di Dukuh Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Saat ditemukan mesin mobil masih dalam kondisi menyala.

Sementara pengemudi dan penumpang mobil melarikan diri saat didekati warga. Saat ditemukan kaca bagian belakang samping pecah.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto menyebut, mobil itu ditemukan warga sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu menurut dia, warga melihat seorang laki-laki dan perempuan langsung kabur dari dalam mobil.

“Mobilnya ditemukan di gang buntu. Di dalam mobil ada laki-laki dan perempuan yang langsung lari ke kebun tebu,” katanya kepada wartawan di sela rapat koordinasi lintas sektoral jelang Natal dan Tahun Baru di Hotel Patrajasa Semarang, Selasa (19/12/2017).

Ia menyebut, warga sempat melakukan pengejaran dua orang yang kabur itu namun tidak tertangkap. Dari keterangan sejumlah saksi, polisi sudah mendata ciri-ciri penumpang yang melarikan diri itu."Laki-laki perawakan tinggi. Perempuan sekitar 150 cm tingginya, pakai dres putih lari ke utara ke ladang tebu. Saksi (warga) mengejar tapi tidak didapatkan," terang Henik.Menurutnya, hingga kini jajarannya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan penyelidikan.Kendati demikian, pihaknya mendapatkan informasi jika pengendara mobil terlibat aksi penipuan sehingga dilakukan pengejaran. Terkait siapa yang mengejar, Henik masih mengumpulkan keterangan."Informasi yang kita terima dari serse di Solo, semacam penipuan, dikejar dari Salatiga," pungkas Henik.Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai juga memastikan jika kasus tersebut bukan perampokan. Kondisi kaca pecah bukan karena tembakan, melainkan lemparan batu.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler