Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ia mencontohkan, pernah mendapat laporan dari pegawai rumah sakit yang judes. Meski demikian, Ganjar mengaku tetap menanggapi berbagai keluhan dan laporan yang masuk ke padanya.

Karena menurut dia, kepedulian masyarakat melaporkan hal-hal yang dianggap tidak nyaman, merupakan bentuk perhatian untuk pemerintah.

“Hari ini orang melaporkan langsung kepada gubernur. Pak Gub, kemarin saya di rumah sakit, dilayani CS-nya judes. Judes wae dilaporke aku. Artinya masyarakat berharap panjenengan memberi pelayanan prima. Padahal mungkin mau padhu karo bojone, lara untu, awake ora kepenak. Tapi begitu menghadapi masyarakat, pelayanan harus prima. profesional,” kata Ganjar.

Hal ini diungkapkan Ganjar saat berdialog dengan ratusan bidan desa dan penyuluh pertanian dalam program Diklat Prajabatan Golongan II Tenaga Nonhonorer Pengangkatan Khusus Angkatan IV sampai VIII tahun 2018, di Auditorium Sasana Widya Praja BPSDMD Jawa Tengah, Jumat (19/1/2018) kemarin.

Menurut dia, selain profesional, yang nomor satu harus dimiliki oleh ASN adalah integritas. Integritas akan sangat memengaruhi dalam mengambil kebijakan.
Njenengan mau jadi abdi negara lho ya. Camkan baik-baik. Saya harus punya integritas, punya passion jadi penyuluh, jadi bidan, maka saya akan kerjakan dengan baik. I’ll do my best. Ngono,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menanyakan persoalan-persoalan yang ditemui bidan desa. Bidan bernama Astri Ariyani, mengatakan di daerahnya, Wonosobo, masalah kesehatan yang perlu terus disosialisikan adalah menurunkan angka gizi buruk, angka kematian ibu, dan jambanisasi.Bidan lain bernama Novia Nur Rizki dari Desa Rembes Kabupaten Semarang menyambung, masalah kesehatan di wilayahnya adalah kualitas air yang buruk, pernikahan dini, dan persoalan ibu hamil berisiko tinggi yang cukup banyak.“Di desa saya kemarin memang risiko tingginya cukup banyak. Dari 30 ibu hamil yang saya tangani kemarin, yang melahirkan normal hanya enam. Karena ada yang tensinya tinggi, ada yang sudah terlalu tua, ada yang kurus. Kebanyakan kurus karena kurang energi kronis,” jelasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler