Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua BPKK DPP PKS Wirianingsih menyatakan, napak tilas perjuangan RA Kartini di Jepara sangat penting. Sebab menurut dia saat ini, banyak orang memeringati Hari Kartini pada 21 April hanya sebatas seremonial semata. Sementara bagaimana kisah perjuangan RA Kartini yang menginspirasi mulai terpinggirkan.

"Penting bagi kita para generasi penerusnya untuk menghayati perjuangan Ibu Kartini secara utuh. Karena dengan memahami keutuhan perjalanan perjuangan beliau, maka insya Allah bangsa ini dapat menyerap semangat juang dan cita-cita hakiki beliau," katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Perempuan yang akrab dipanggil Wiwik menyebutkan, selain berkunjung ke Museum Jepara dan berdialog dengan sejarawan tentang perjuangan RA Kartini, BPKK PKS juga akan silaturahim dengan salah satu pegiat batik Jepara, Yanti Jatmiko.

Yanti Jatmiko adalah tokoh Jepara yang mewarisi motif batik yang pernah dibuat RA Kartini pada tahun 1879. "Peninggalan RA Kartini bukan hanya tentang gerakan sosial tetapi juga mewariskan peninggalan budaya yang dilestarikan hingga kini," ujar Wiwik.

Usai di Jepara, BPKK PKS juga akan ziarah ke makam guru agama RA Kartini, KH Sholeh Darat di Kota Semarang. Lewat interaksi dengan Kiai Sholeh Darat, Kartini berupaya seoptimal mungkin untuk mengokohkan keimanannya kepada Allah SWT melalui pemahaman yang utuh terhadap Islam.Rangkaian napak tilas perjuangan RA Kartini ini, ujar Wiwik, memberikan banyak hikmah yang bisa diambil generasi saat ini dan mendatang. Dan lebih khusus lagi, paparnya, agar perempuan Indonesia tidak melupakan jati dirinya, yang secara nyata diukir dalam sejarah oleh para perempuan pahlawan bangsa sebagai ibu generasi."RA Kartini resah dengan penjajahan kolonial, mendirikan sekolah untuk laki-laki dan perempuan. Melanjutkan perjuangan leluhurnya Ratu Kalinyamat, mendorong anak-anak perempuan untuk terus menuntut ilmu dan mengokohkan keluarga dan menentang praktik pingitan yang terjadi di kalangan bangsawan adalah sekelumit perjuangan Kartini untuk bangsa," terang Wiwik.Kegiatan napak tilas perjuangan RA Kartini adalah bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-20 PKS yang jatuh pada 20 April 2018. DPP PKS menggelar berbagai acara jelang Milad ke-20 seperti peringatan Mosi Integral M Natsir, dialog langsung dengan petani garam dan nelayan di Pati, gowes Semarang-Jakarta, PKS Muda Summit, Jalan sehat nasional dan Puncak Peringatan Milad ke-20 13 Mei mendatang.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler