Belasan Siswa SD Keracunan Permen Jelly, Polda Jateng Turun Tangan
Murianews
Kamis, 4 Oktober 2018 14:49:32
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Belasan siswa ini merasakan tanda-tanda keracunan seperti lemas, pusing dan mual, usai membeli permen di kantin sekolah. Pihak sekolah langsung menghubungi Puskesmas Sukorejo 02 untuk memeriksa siswa.
Dari pemeriksaan itu diketahui ada 14 siswa yang keracunan. Kemudian 6 di antaranya dirujuk ke Puskesmas Sukorejo 01. Dinas Kesehatan Kendal langsung mengambil sampel permen untuk diteliti.
Sebelumnya, seorang bocah di Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap, Zahira Ivana Yasmin (7) meninggal dunia juga diduga mengonsumsi permen. Kasus ini menjadi perhatian pihak kepolisian.
Bahkan Polda Jateng juga ikut turun tangan untuk membantu polres melakukan penanganan. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triadmaja mengatakan, untuk kasus di Kendal, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.
Ia menyatakan, polisi juga telah memeriksa penjual permen yang membuat para siswa mengalami keracunan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



