Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski sudah banyak pemerintah daerah di Jateng yang memperoleh opini ini, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebut tetap masih ada potensi untuk korupsi. Ia menyebut, saat ini ruang-ruang tindak koruptif semakin mengikuti perkembangan zaman era digital.

Dia mencontohkan, untuk menghindari korupsi beberapa waktu lalu semua orang mendorong agar dilahirkan e-katalog, namun itupun masih terbuka celah untuk korupsi.

"Kita harus melakukan pertaubatan nasional yang bisa diaplikasikan dengan sistem. E-katalog itu membantu, tapi sudah ada yang menemukan cara terbaik korupsi dari e-katalog, yaitu lewat komunikasi bawah tangan. Maka jaga diri, spiritualitas, ingat keluarga," katanya.

Ini dikatakan Ganjar saat menyerahkan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Rabu (31/10/2018) di Hotel Novotel Semarang.

”Peluang korupsi lainnya pada ranah izin, jualan jabatan, ngakali, bersekongkol yang biasanya lahir dari relasi komunikasi dengan anggota DPRD. Melencengnya anggota legislatif itu jika ikut bekerja pada ranah eksekutif," ujarnya.
Opini WTP diberikan berdasar pada akuntabilitas pengelolaan dan laporan keuangan daerah. Ganjar berharap penghargaan ini mampu mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan target, yang semula berorientasi pada good government diubah menjadi clean clean government. Karena clean government lah yang diharapkan masyarakat saat ini."Kita harus belajar dan berbagai. Saya juga masih belajar pada level desa dan kabupaten. Dari ilmu-ilmu baru yang muncul di dunia. Mau tidak kita melakukan itu? Satu persatu catatan dari Kemenkeu kita perbaiki," katanya.Sebanyak 32 pemda di Jateng yang meraih opini WTP yakni,  Pemprov Jateng, Pemkot Pekalongan, Pemkot Surakarta, Pemkot Semarang, Pemkot Salatiga, Pemkot Magelang. Kemudian Kabapaten Semarang, Cilacap, Banjarnegara, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Tegal, Blora, Pemalang, Temanggung, Wonosobo.Lainnya yakni Purworejo, Pati, Jepara, Magelang, Batang, Kebumen, Demak, Kudus, Kendal, Sukoharjo, Purbalingga, Boyolali, Wonogiri, Pekalongan dan Banyumas.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler