Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyebut, target pendapatan sebesar itu diperoleh dari beberapa sumber. Mulai dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 13,973 trilun.

”PAD ini meliputi pajak daerah sebesar Rp 11,691 triliun dan retribusi daerah sebesar Rp 117,15 miliar. Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 492,56 miliar, lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 1,672 triliun," katanya.

Selain itu, dana perimbangan dialokasikan sebesar Rp 11,766 triliun. Meliputi dana bagi hasil pajak atau bukan pajak sebesar Rp 786,26 miliar, dana alokasi umum sebesar Rp 3,784 triliun. Kemudian dana alokasi khusus sebesar Rp 7,195 triliun, serta lain-lain pendapatan yang sah dialokasikan sebesar Rp 62,38 miliar dari dana insentif daerah.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu menambahkan, belanja daerah dalam APBD Jateng 2019 sebesar Rp 26,459 triliun. Jumlah belanja tidak langsung tersedot sampai 71,25 % dari total belanja daerah.

Meliputi belanja pegawai sebesar Rp 6,163 triliun, belanja hibah sebesar Rp 5,474 triliun, belanja bantuan sosial sebesar Rp 48,29 miliar. Serta belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota sebesar Rp 5,098 triliun, bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota/desa sebesar Rp2,045 triliun dan belanja tidak terduga sebesar Rp 23 miliar."Untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan sebesar Rp 686,75 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 30 miliar. Pembiayaan netto sebesar Rp 656,75 miliar. Jadi, silpanya nol," lanjutnya.Gus Yasin berkomitmen, pihaknya akan terus memperkuat pemerintahan melalui program pembangunan tahun 2019, dengan mengedepankan semangat gotong royong.Beberapa prioritas pembangunan Jateng di antaranya penanggulangan kemiskinan, penguatan daya saing ekonomi daerah, pengurangan kesenjangan wilayah, perwujudan ketahanan pangan dan energi.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler