Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ganjar menyebut, untuk mencegah terjadinya korupsi dan penyalahgunaan keuangan negara, maka pemerintah harus mengurangi pembayaran menggunakan uang tunai.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat beraudiensi dengan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo di Puri Gedeh, Jumat (24/11/2018).

"Saya ingin agar gerakan nontunai ini dilaksanakan di semua lini, termasuk pemerintahan di Jawa Tengah ini. Misalnya, dari bendahara ke dinas mau bayar apapun harus transfer, bayar honor transfer dan bayar ke kontraktor transfer. Maka itu melacaknya semua akan enak karena semua terekam oleh sistem," katanya.

Selain mengurangi penggunaan uang tunai, gerakan nontunai lanjut Ganjar juga dapat mencegah tindak pidana korupsi. "Kalau semua cashless kan terekam, jadi mudah dilacak kalau ada penyelewengan," ujarnya.

Saat ini lanjut dia, belum semua kabupaten/kota se Jateng yang menerapkan gerakan nontunai ini. Untuk itu, dengan menggandeng BI, pihaknya ingin melakukan perubahan dengan menggalakkan gerakan non tunai tersebut.

"Nanti akan kami sosialisasikan secara massif. Untuk itu saya menggandeng BI untuk tujuan itu," ucapnya.
Selain kepada pemerintahan, Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap gerakan nontunai dapat dilakukan oleh masyarakat luas. Dengan penggunaan cashless oleh masyarakat, maka akan mengurangi beban BI untuk mencetak uang tunai yang membutuhkan biaya cukup besar.Dengan cashless lanjut dia, uang kartal tidak akan digunakan karena semua transaksi sudah bisa online. Selain itu, gerakan nontunai ini juga dapat membuat masyarakat semakin aman."Orang relatif akan aman. Kalau di dompetnya ada uang tunai dengan kartu, maka lebih aman bawa kartu. Apalagi sekarang penggunaannya semakin mudah, karena dengan gadget sudah bisa bayar apa saja," pungkasnya.Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mendukung Pemprov Jateng dalam menggalakkan gerakan nontunai tersebut."Tentu kami akan memberikan dukungan penuh, karena sekarang memang zamannya sudah cashless. Selain lebih aman, juga lebih transparan," ucapnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler