Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sistem Perpanjangan STNK Online ini Minggu (25/11/2018) dilaunching oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Jalan Pahlawan, Semarang. Bahkan, nantinya program tersebut bakal dijadikan sebagai percontohan nasional.

Hadir dalam peluncuran tersebut Sekda Jateng, Sri Puryono, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Wuryanto. Dengan peluncuran sistem itu Ganjar berharap masyarakat mendapat kemudahan dalam pembayaran pajak kendaraan.

"Nanti orang yang bayar pajak setiap tahun tidak perlu datang ke Samsat. Mereka cukup menggunakan gadgetnya dan bisa membayar," kata Ganjar.

Sebelumnya, Pemprov Jateng dan Polda Jateng telah membentuk sistem E-Samsat Sakpole (Sitem Administrasi Kendaraan Pajak Online) melalui aplikasi Android. Dengan menggunakan ini, pemilik kendaraan cukup menggunakan aplikasi ini untuk menyelesaikan pembayaran pajak secara online.

Ganjar menjelaskan, saat ini tingkat pembayaran pajak kendaraan di Jawa Tengah cukup bagus. Meskipun, banyak kendaraan yang banyak belum optimal membayar pajak, karena faktor lupa, atau bahkan sengaja. Ini menurut dia, yang akan dioptimalkan sampai di level desa.
"Ini akan dijadikan contoh nasional. Mudah-mudahan semuanya nanti akan mudah membayar. Kita akan bekerja sama dengan babinkamtibmas dan Babinsa," ujarnya.Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng, Ihwan Sudrajat mengatakan, tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan untuk tahun berjalan cukup bagus karena mencapai 94 persen, tapi secara umum sekitar 70 persen. Masih terdapat 30 persen yang belum bayar."Target untuk PK  dan BPNKB Rp 7,2 triliun. Untuk PK  Rp 4 triliun BPNKB mencapai Rp 3,2 triliun. Realisasi 94 persen. Saat ini kontribusi pajak kendaraan bermotor di daerah mencapai 38 persen. Kalau ditambah bea balik nama sebesar 65 persen," terangnya.Acara peluncuran juga dikemas dengan Gebyar Hadiah Samsat 2018 dengan memberikan hadiah utama berupa mobil innova reborn. Dihadiri ribuan orang, acara ini menghadirkan penyanyi terkenal Via Vallen.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler