Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pembentukan Satgas itu dilakukan Ganjar saat menghadiri Rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Rabu (19/12/2018). Ganjar menyatakan, Jawa Tengah sudah siap untuk menyambut Natal dan Tahun Baru.

Meski begitu, ada beberapa hal yang patut diwaspadai. Apalagi beberapa daerah masuk dalam kategori rawan.

Mulai dari rawan kecelakaan, kemacetan, bencana dan potensi gangguan lainnya. Daerah rawan banjir dan rob, misalnya di pantura, mulai Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak dan daerah lain.

“Sementara daerah rawan banjir ada di Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Temanggung, Brebes, Kendal dan lainnya. Saya minta seluruh kabupaten/kota termasuk BPBD standby baik SDM dan alat beratnya di posisi masing-masing. Apalagi saat ini menurut perkiraan BMKG akan terjadi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Selain soal bencana, potensi kemacetan, kecelakaan hingga kenaikan harga kebutuhan pokok juga patut diwaspadai. Hal ini yang menurut Ganjar mendasari dibentuknya satgas khusus.

“Misalnya, ada satgas pangan untuk menjamin ketersediaan pangan dan harga-harga kebutuhan pokok. Satgas BBM untuk mengantisipasi kendaraan kehabisan bahan bakar di tol, satgas kesehatan, satgas kemacetan, satgas bencana dan lain sebagainya,” terangnya.

Semua satgas itu, lanjut Ganjar, harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, seperti komunitas Karang Taruna, Pramuka, Hansip, LSM, dan lainnya.
“Saya juga pesan semua satgas yang dibentuk harus punya grup WA agar dapat melaporkan setiap hari perkembangannya. Dan jika diperlukan ada tindakan maka cepat dilakukan,” paparnya.Diperkirakan, jumlah pemudik yang masuk ke Jateng pada perayaan Natal dan Tahun Baru akan meningkat 4,6 persen dari tahun lalu. Jumlahnya diprediksi mencapai 2,04 juta lebih.Namun, peningkatan jumlah pemudik itu diyakini tidak akan menimbulkan permasalahan kemacetan lalulintas.“Dari segi infrastruktur semuanya sudah siap, tol akan difungsikan dan diresmikan besok (Kamis,20/12/2018) oleh Presiden Joko Widodo. Hanya memang masih ada beberapa proyek pekerjaan di jalan-jalan provinsi dan kami minta semua diselesaikan secepatnya,” tutupnya.Sementara itu, Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji dalam paparannya mengatakan, kondisi kerukunan umat beragama di Jawa Tengah sampai saat ini masih sangat terjalin baik.“Untuk itu kami mengimbau agar kondisi yang sudah baik ini terus kita jaga dan lestarikan,” pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler