Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sementara jumlah relawan yang dikirimkan sebanyak 49 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Jateng. Pemberangkatan relawan dan bantuan dilepas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di halaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng di Jalan Imam Bonjol, Semarang.

"Mereka (relawan) akan bertugas sampai 31 Desember 2018. Membawa bantuan logistik dan membantu pendistribusian di Kabupaten Pandeglang Banten," kata Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana.

Sementara itu Ganjar Pranowo mengatakan pengiriman bantuan bencana bukanlah perlombaan yang harus saling mendahului atau siapa yang paling cepat. Selain itu juga bukan bentuk pencitraan. Namun kepedulian dan saling tolong menolong yang intens antarmasyarakat.

"Sebenarnya begini, setiap terjadi bencana seringkali diskusinya panjang. Mana yang menyalahkan soal early warning, mana yang menyalahkan kecepatan bantuan, mana yang malah bantu malah diolok 'itu pencitraan'. Hentikan semuanya," katanya.

Tim penanggulangan bencana Jawa Tengah, kata Ganjar, cukup aktif jika terjadi bencana karena tidak memerlukan instruksi untuk turun tangan. Jadi respon-respon tersebut berangkat dari ketulusan hati ini yang menurut Ganjar sangat dibutuhkan.Ganjar menyebut, telah mengusulkan kepada presiden dan pemerintah pusat, tentang konsep APBD gotong royong. Yakni setiap kabupaten/kota yang mampu sesuai kondisi anggarannya, atau provinsinya, bisa menyumbang kepada wilayah terdampak.Ganjar juga menyampaikan beberapa provinsi sudah memberikan itu tapi langsung bentuknya berupa hibah. Itu yang oleh Ganjar disebut embrio praktek APBD gotong royong. Soal APBD gotong royong tersebut, sebelumnya juga pernah Ganjar lontarkan saat penanggulangan bencana di Palu dan Sigi beberapa waktu lalu."Tinggal kita legalkan saja dengan pola-pola seperti itu. Sehingga dengan daerah yang maaf, kaya, terus kemudian mereka punya kapasitas fiskal untuk membantu, kan baik ini," pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler