Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Sebenarnya harganya tidak turun amat. Tapi karena tengkulaknya kebanyakan, jadi harganya anjlok. Saya kemarin sudah cek di Ungaran, harga cabai keriting di pasaran Rp 20.000, pedagang membelinya Rp15.000,” kata Ganjar di sela-sela memborong 10 ton cabai dari petani, di halaman Pemprov Jateng, Senin (14/1/2019).

Namun sayangnya menurut dia, para tengkulak membeli cabai dari petani dengan harga yang sangat murah. Yakni di kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram.

”Ini kan yang tertawa para tengkulak itu, sementara petani terus merugi," ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut jika terdapat ironi yang cukup menggelitik. Yakni banyak petani yang tidak tahu harga cabai di pasaran, sehingga mereka manut saja ketika tengkulak membeli dengan harga tak wajar.

Oleh karenanya, ia berkeinginan ke depan para kelompok tani diwajibkan memasang aplikasi Sihati (Sistem Informasi Harga dan Produk Komoditi), sehingga petani tak bisa dibohongi tengkulak.

”Sehingga petani itu bisa tahu harga. Kalau harga cabai misalnya di pasaran Rp 20 ribu, sementara tengkulak membeli Rp 7 ribu, ya jangan mau,” ujarnya.

Ganjar juga menyebut sudah melakukan pengecekan di lapangan terkait anjloknya harga cabai yang dikeluhkan petani. Ternyata, tim menemukan bahwa luasan tanam petani cabai semakin banyak, sehingga terjadi over suplay.
"Hal itu otomatis membuat harga tidak bagus. Selain luasan tanam yang lebar, aksi para tengkulak ini yang membuat harga anjlok dan petani merugi," katanya.Baca : Harga Cabai Anjlok, Ganjar dan ASN Borong 10 Ton Cabai dari PetaniDalam kesempatan itu, Ganjar mendatangkan 10 ton cabai dari petani asal Demak, Purbalingga dan Kabupaten Semarang.Cabai-cabai ini kemudian diborong, dan Ganjar juga memerintahkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli cabai langsung dari petani. Cabai itu dibeli dengan harga Rp 18 ribu/kilogram. Dengan nilai transaksi Rp 200 juta lebih.Gerakan mewajibkan ASN membeli cabai ini disambut sumringah para petani. Mereka mengaku bersyukur, karena bisa menjual cabai dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang ditawarkan tengkulak."Soalnya cabai dari petani selama ini hanya dihargai Rp 7.000 hingga Rp9.000 oleh tengkulak. Dengan adanya program ini, para tengkulak banyak yang berteriak dan terjadi perubahan harga,” kata Rohmat Budiono, petani cabai asal Purbalingga. (lhr)Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler