Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Yazid dilantik sebagai bupati di sisa masa jabatan hingga 2021 mendatang. Dalam pelantikan itu, Ganjar memberikan pesan kepada Yazid untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang masih tertunda.

PR besar yang diberikan Ganjar di antaranya mengenai reformasi birokrasi. Kasus yang menimpa Yahya Fuad harus dijadikan pelajaran untuk melakukan peormbakan.

"Kebumen harus bangkit, harus reformasi birokrasi total. Kebumen harus berubah 180 derajat," kata Ganjar.

Dalam melakukan reformasi birokrasi itu menurut Ganjar, hal pertama yang harus dilakukan yakni mewajibkan pejabat untuk melaporkan harta kekayaan. Bahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sampai eselon 4 dan anggota DPRD itu harus dilakukan tiap pekan.

"Perintahkan seluruh aparatur di Kebumen mengisi LHKPN sampai eselon 4, perintahkan seminggu selesai. Provinsi sudah seperti itu. Ajak juga DPRD," ujarnya.

Selain itu, Yazid juga diminta untuk berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai reformasi birokrasi ini. Bahkan pihaknya juga siap menerjunkan tim untuk pengawalan penataan birokrasi yang nantinya akan dipimpin oleh Sekda Jateng."Ini demi kebaikan masyarakat Kebumen, agar semua bisa tidur nyenyak, hidupnya ayem," terangnya.Selain birokrasi reformasi, hal lain yang ditekankan Ganjar adalah persoalan mitigasi korupsi. Ganjar yakin semua pejabat sudah paham di mana titik-titik biang korupsi. Namun demikian, perlu keberanian untuk mendobrak agar praktek tersebut musnah."Titik-titik korupsi kita sudah tahu. Uang meja, uang pelicin komisi atau apapun istilahnya musnahkan itu semua. Kalau kita baik pasti ada saja yang menyerang kita. Apalagi tidak baik. Tapi jangan takut, perbanyak selawat saja. Mudah-mudahan barokah," katanya.Yazid Mahfudz yang semula sebagai wakil bupati, dilantik menjadi bupati sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.33/178 Tahun 2019. (lhr)Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler