Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan nilai efisiensi yang dicatatkan Pemprov Jateng lebih besar dibandingkan provinsi lain. Termasuk dengan tiga daerah lain yang sama-sama mendapat nilai A. Yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

“Efisiensi anggaran atas penggunaan SAKIP ini paling besar adalah Provinsi Jateng, kemudian nomor duanya Yogyakarta,” kata Menteri PANRB Syafruddin, Selasa (19/2/2019).

Ini dikatakan Syafrudin saat memberikan penghargaan SAKIP Award di Ballroom Hotel Four Points Makassar. MenPAN-RB memberikan langsung penghargaan ini kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Syafruddin mengatakan, Provinsi Jateng juga berhasil menaikkan nilai evaluasi dari semula BB menjadi A.

Dengan SAKIP, Pemprov Jateng telah memangkas ribuan kegiatan di tahun 2018. Sekitar 80,84 persen kegiatan di Jateng dipangkas.

Dari yang semula 4.646 kegiatan, hanya menjadi 890 kegiatan saja. Pemprov Jateng juga mengembangkan perencanaan kegiatan terintegrasi melalui Government Resources Management System (GRMS).

Baca : Jateng Sukses Hemat Rp 1,2 Triliun Lewat Program SAKIP
Sementara itu, Ganjar Pranowo menyebut, penghematan yang dilakukan Jateng yang lebih tinggi dari provinsi lain, bukan sesuatu yang harus dilebih-lebihkan.“Sebenarnya bukan tidak bagus tingkat efisiensi di provinsi-provinsi lain, tapi mungkin mereka lebih duluan lebih efisien dibandingkan Jateng,” bebernya.Ganjar menambahkan, cara tepat untuk melakukan efisiensi anggaran adalah mulai dari perencanaan yang baik, mengukur kinerja, memastikan program-program yang dilaksanakan apakah sudah sesuai dengan perencanaan.“Mengukurnya secara teknis gampang. Yaitu apa program yang ada di depan maka dilihat bentuk kegiatan akhirnya apa. Kemudian kita kurangi kegiatan-kegiatan duplikasi, kegiatan yang tidak penting kita kurangi juga dan itu ternyata membuat efisiensi yang tinggi,” terangnya.Hasil dari efisiensi itu, anggaran sebesar Rp 1,2 triliun bisa dialihkan untuk anggaran pendidikan, dan program-program lain yang lebih krusial.Selain Pemprov Jateng yang meraih nilai A, seluruh kabupaten/kota di Jateng juga meraih penilaian B pada SAKIP Award 2018. Sementara Kabupaten Banyumas, Cilacap, Wonogiri, dan Kota Pekalongan meraih penilaian yang lebih tinggi yakni BB.(lhr)Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler