Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sepasang sepatu ini ‘ditemukan’ Ganjar saat mengunjungi stan-stan dalam Musrembangwil se-Eks Karesidenan Pekalongan, di Kabupaten Batang, Rabu (13/3/2019). Dalam stan-stan ini memang dipamerkan berbagai produk unggulan dari wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.

Sepatu itu merupakan kerajinan tangan dari Kota Tegal. Ganjar menyadari keunikan sepatu itu saat didekati petugas stan bernama Ridki Diah Titisari. Diah memamerkan pada Ganjar, jika produk yang ditentengnya itu terbuat dari limbah dari plastik.

Dan ternyata tak hanya sepatu, ada juga dompet, replika mobil-mobilan, dan replika perahu pinisi yang terbuat dari limbah kertas.

Diah menyebut, aneka produk dari limbah plastik tersebut dikelola oleh warga bernama Nurlaelatul Aqifah. Sehari-hari, Nurlaela memproduksi aneka kerajinan dari limbah plastik, limbah koran, pelepah pisang, ring gelas plastik dan sebagainya.

"Limbah-limbah itu diolah menjadi kerajinan. Harganya mulai Rp 85.000 sampai jutaan rupiah," kata dia.

[caption id="attachment_159587" align="alignnone" width="720"] Penampakan sepatu cantik berbahan limbah plastik yang dipromosikan Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom)[/caption]

Bahkan produk-produk olahan dari limbah plastik tersebut pernah menjuarai ajang Kreanova tingkat Provinsi Jateng pada 2017 lalu.

"Pemasaran kami lakukan secara online. Jadi pembeli banyak dari luar kota bahkan ada beberapa yang dari luar negeri," ungkapnya.

Melihat hal itu, Ganjar langsung mengambil produk-produk tersebut. Penasaran, dia memegang dan meraba sepatu serta tas yang dipajang untuk memastikan produk itu benar terbuat dari limbah plastik.
Melihat hal itu, Ganjar langsung mengambil produk-produk tersebut. Penasaran, dia memegang dan meraba sepatu serta tas yang dipajang untuk memastikan produk itu benar terbuat dari limbah plastik.Beberapa pejabat lain yang mendampingi Ganjar, seperti Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sri Puryono, dan para kepala daerah juga ikut memegang produk-produk dari limbah plastik itu karena penasaran."Ini menarik, ini dari plastik kresek lho. Ternyata limbah plastik bisa dibuat barang-barang seindah ini. Ini harus ditiru semua daerah, untuk mengurangi sampah plastik yang semakin besar dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Ganjar.Ganjar menyebut, kampanye pengurangan sampah plastik ternyata dapat juga dilakukan melalui kreativitas. Yakni dengan menyulap limbah-limbah palstik yang biasa jadi sampah, menjadi produk bernilai tinggi."Melihat hal ini, maka persoalan reduce and recycle sampah plastik di masyarakat sudah berjalan. Ini cara yang kreatif yang bisa kita kembangkan dan kita akomodasi sehingga yang lain bisa meniru dan membuat produk-produk serupa agar persoalan sampah plastik bisa dikurangi," terang Ganjar.Selain produk dari limbah plastik, berbagai produk unggulan juga ditampilkan. Menurut Ganjar, acara Musrenbangwil memang dikonsep pula sebagai ajang bagi masyarakat memamerkan produk mereka."Maka nanti dapat dilihat, produk mana yang memang berkualitas, apakah kualitasnya di pasar tradisional, swalayan, nasional atau ekspor. Kami minta agar semua data diserahkan ke kami untuk kemudian kami list dan jual ke dunia internasional," pungkasnya. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler