Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Para mahasiswa asal Jateng ini tergabung dalam ttihadu Thalabah Al Lughah Al Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) atau Persatuan Mahasiswa Program Studi Bahasa Arab Seluruh Indonesia. Perwakilan Jateng itu akan bertolak ke negara tetangga bersama 14 mahasiswa Bahasa Arab lainnya dari berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

Enam mahasiswa ini berasal dari IAIN Surakarta, IAIN Kudus, UIN Walisongo Semarang, Universitas Sains Al-Quran Wonosobo, Unnes, dan IAIN Salatiga.

Sebelum berangkat, mereka meminta restu kepada Waki Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Kepada Taj Yasin ia menjelaskan, selain mengajar para mahasiswa ini juga akan melakukan studi banding ke beberapa perguruan tinggi di dua negara itu.

Ahmad Nurkhalim, Ketua ITHLA Jateng dan DIY mengatakan, mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini telah menjalani seleksi secara ketat. Menurut dia, program ini digelar sebagai upaya menjadikan Bahasa Arab sebagai salah satu elemen kemajuan negara.

”Kami berkontribusi dalam Bahasa Arab, terlebih saat ini banyak kasus-kasus di masyarakat yang menyalahgunakan teks-teks Bahasa Arab maupun konteks-konteks persoalan Bahasa Arab. Bahkan ada yang mengatakan ayat jihad dan sebagainya, termasuk terorisme dan lainnya," katanya.

Mahasiswa Universitas Sains Al-Quran Wonosobo itu, berharap organisasi mahasiswa yang berkonsentrasi di bidang Bahasa Arab itu, dapat berkontribusi kepada pemerintah guna menyikapi beragam permasalahan terkait penyalahgunaan teks-teks Bahasa Arab.Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengapresiasi program kerja sama bilateral bidang pendidikan tersebut. Terlebih Indonesia merupakan negara yang diakui pemahaman Bahasa Arab dan Al Qurannya, sehingga ini harus terus dipertahankan."Sejak sekitar 2013 -2014 sudah ada pengakuan para ulama dari berbagai penjuru dunia, yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang paham Alquran," katanya.Ia juga menganggap, tujuan dari program ini juga untuk memperkuat hubungan kerja sama antarnegara melalui Bahasa Arab. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler