Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak hanya tiga pejabat ini saja,Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmoko dan  ribuan orang juga ikut berduyun-duyun ikut resik-resik Keraton Solo itu. Tanpa ragu, para pejabat itu membaur bersama masyarakat membersihkan sudut demi sudut keraton.

Bahkan, Ganjar, Kapolda dan Pangdam menaiki menara lonceng yang ada di depan halaman keraton. Dengan telaten, mereka membersihkan menara dari rumput liar dan juga dedaunan kering yang berserakan.

"Hari ini kita gelar resik-resik keraton Surakarta Hadiningrat. Ini ribuan masyarakat kumpul, untuk bersama-sama membuat Keraton Surakarta jadi bersih dan kinclong," ujarnya.

Ganjar menyampaikan, setelah Keraton Surakarta cukup lama terlibat konflik, saat ini semua pihak telah sepakat untuk berdamai. Hal itu menurutnya sangat baik, karena membuat sistem pemerintahan di Keraton Surakarta akan kembali berjalan.

"Setelah cukup lama kami melakukan komunikasi, alhamdulillah hari ini semua bisa bersepakat, semua bisa kembali menjalankan roda pemerintahan di keraton. Kami semua termasuk masyarakat sangat senang, lalu kami gelar kegiatan resik-resik kkeraton ini," terangnya.

[caption id="attachment_160891" align="alignnone" width="720"] Ganjar menyapu tangga Keraton Solo dalam kegiatan resik-resik keraton, sekaligus tanda berakhirnya konflik di kerajaan tersebut. (MURIANEWS.com)[/caption]

Kegiatan resik-resik keraton, lanjut dia, selain agar menjadi lebih bersih, juga menjadi titik awal kebangkitan Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai pusat peradaban, kebudayaan, penelitian dan pariwisata.

"Ini harus menjadi momentum kebangkitan Keraton Surakarta. Mudah-mudahan nanti orang akan berbondong-bondong datang ke sini baik untuk wisata atau mempelajari kebudayaan," katanya.
Ganjar juga mengatakan bahwa pemerintah akan mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk membantu Keraton Surakarta agar bisa bangkit kembali. Tidak hanya dari sisi administrasi, namun juga bantuan personel, anggaran, perencanaan pembangunan dan sebagainya.Dalam kesempatan itu pula, Ganjar memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 225 juta. Bantuan diterima oleh Kanjeng Ratu Paku Buwono XIII.Disinggung terkait pembangunan Keraton Surakarta dari segi fisik, Ganjar menerangkan jika Kementerian PUPR sudah masuk. Sehingga, hanya tinggal menunggu saja pembangunan fisik akan dilaksanakan."Bantuan lain seperti bantuan keuangan dari kami juga sudah ada, tadi sudah kami berikan. Yang paling penting saat ini adalah menumbuhkan kembali spirit handarbeni dari masyarakat terhadap keraton ini," tukasnya.Sementara itu, Putra Raja Keraton, KGP Haryo Dipokusumo mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada semua pihak yang telah berjuang demi kebaikan Keraton Surakarta.Haryo juga mengapresiasi kegiatan resik-resik keraton yang dilakukan tersebut. Menurutnya, hal itu mencerminkan bentuk kerukunan, semangat gotong-royong antar masyarakat. "Kami senang karena rasa handarbeni masyarakat terhadap keraton masih tinggi," paparnya.(lhr) Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler