Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satunya pemberian insentif untuk guru ngaji, guru madrasah diniyah (Madin), dan pengasuh pondok pesantren. Anggaran yang disiapkan melalui APBD Provinsi Jateng mencapai Rp 205 miliar.

Anggaran untuk guru ngaji ini baru pertama kali ada, yang menyasar 171.131 ustaz dan ustazah.

"Syukur alhamdulillah saya didampingi wakil seorang kiai. Ini lho enaknya, senengnya punya wakil kiai," kata Ganjar, Selasa (9/4/2019).

Ini dikatakan Ganjar saat menyerahkan insentif untuk 2.800 guru ngaji di Pondok Pesantren Al Hidayah Karangsuci, Kelurahan Purwanegara, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Dijelaskan Ganjar, program insentif guru ngaji adalah janji kampanye duet Ganjar Yasin pada Pemilihan Gubernur 2018.

Saat itu, pasangan nasionalis-santri ini berjanji membangun pendidikan keagamaan dan SDM pondok pesantren. Selain insentif guru ngaji, juga akan dilaksanakan pembangunan ekonomi pesantren atau ekotren.

"Dan janji ini langsung kami tunaikan, agar apa, agar pembangunan mental dan spiritual anak-anak kita lebih baik, mentalnya baik, tidak mudah terpapar hoaks," katanya.Dalam pemberian insentif itu, Ganjar berbagi tugas dengan Gus Yasin. Keduanya berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten lain untuk memberikan insentif langsung ke tangan para guru ngaji.Siti Badriah, guru ngaji TPQ Al Hilal Karangwelas Banyumas mengaku bersyukur mendapat bantuan ini. Ia mengaku bersyukur karena akan mendapat insentif dari Pemprov Jateng sebesar Rp 1,2 juta yang diterima per triwulan."Ini menambah semangat kerja ikhlas kami selama ini. Karena kan baru kali ini guru ngaji dapat perhatian dari pemerintah. Harapannya ya semoga program ini berkelanjutan dan nominalnya ditambah," harapnya. Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler