Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jateng mengatakan, para pengusaha di Jateng saat ini masih mengandalkan pasokan batubara sebagai bahan baku dalam berproduksi, karena dianggap energi yang murah dan terjangkau.

"Masuknya jaringan gas milik Petragas Niaga dan Pertamina Gas akan menjadikan pilihan alternatif energi yang bisa dimanfaatkan para pengusaha di Jateng," katanya dilansir Antara.

Menurut dia, dengan segera dioperasikannya dua jaringan di Jateng pada akhir 2019, maka para pengusaha akan mendapatkan suplai energi gas alam

Untuk penggunaan gas di Jateng, kata dia, dinilai masih kurang jika dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa sehingga penggunaannya perlu ditingkatkan. "Kalau Jawa Barat, Surabaya, dan Jakarta sudah oke,” ujarnya.

Ia menyebut, Petragas sudah menyelesaikan pembangunan jaringannya 98 persen dengan jangkauan awal akan mengarah ke seputaran Kota Semarang, timur ke Demak dan sampai Kudus. Sementara ke barat akan sampai di Kendal.Sudjarwanto mengharapkan. dengan adanya pasokan suplai gas alam ke Jateng akan membuat iklim investasi makin ke provinsi ini semakin terbuka dan berdaya saing. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali MuntohaSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler