Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Alhasil, mau tak mau Ganjar harus mendatangi sekolah ini dan memimpin upacara pelantikan, meski sebenarnya hari ini Ganjar sama sekali tak punya agenda kerja ke Sragen.

Bombardir like dan coment ke akun medsos ini bermula dari tantangan yang diberikan Ganjar kepada siswa sekolah tersebut. Awalnya, Ganjar mendapatkan Direct Message (DM) maupun komentar di medsosnya agar Ganjar bersedia jadi inspektur upacara pada Pelantikan Taruna Angkatan VIII SMKN 2 Sragen.

Akhirnya Ganjar meng-upload pamflet upacara pelantikan yang juga telah memasang fotonya tersebut.

"Saya dari kemarin berpikir, datang atau tidak. Tidak ada agenda ke Sragen soalnya. Saya tanya berapa siswanya? Sekitar 500 an, ya sudah kalau ada 5 ribu like dan 400 komentar dari siswa di postingan pamflet itu, saya akan datang. Lha kok dalam tujuh menit likenya sudah tujuh ribu lebih," katanya.

Bahkan saat ini postingan pamflet itu telah dikomentari mencapai 1.078 dan mendapat like sebanyak 30.482.

Meski demikian, Ganjar mengaku sampai dini hari tadi, belum juga memutuskan akan datang atau tidak. Sambil berseloroh Ganjar mengaku terpaksa harus datang karena merasa terintimidasi.

"Saya tidak yakin ketika seorang gubernur diintimidasi oleh para taruna, bahkan sampai tengah malam saya belum memutuskan untuk hadir. Maka saya buktikan, saya datang atas undangan intimidatif tadi," katanya.

Datang ganjar ke sekolah ini sekitar pukul 13.00 WIB. Berbagai rangkaian upacara semi militer berlangsung meriah, dari drum band, atraksi silat dan halang rintang hingga sahut-sahutan yel-yel."Ini kali pertama saya mendatangi upacara taruna di sekolah, rasa-rasanya ini satu-satunya di Jawa Tengah. Kemarin saya dibombardir dengan like komentar di medsos dan hari ini mereka menyiapkan diri dengan sangat baik, dengan kesan sangat baik dan upacara yang sangat baik. Mereka anak yang luar biasa," kata Ganjar.Bahkan Ganjar menyebut para taruna SMKN 2 Sragen tersebut sebagai penerobos protokoler. Bagaimana tidak, undangan secara resmi ke kantor gubernuran tidak ada, namun akhirnya para taruna bergerak membanjiri media sosial dengan pamflet pelantikan yang akan dihadiri sang gubernur."Karena saya tahu di sini berkumpul anak-anak hebat, anak-anak pemberani berada. Dan karena saya melihat anak-anak yang memporak-porandakan protokoler layaknya Pak Jokowi yang menerobos protokoler untuk bertemu rakyat. Protokoler mumet sebenarnya. Sama halnya ini, protokoler provinsi diterobos oleh para taruna. Termasuk Anda memaksa saya untuk berdiri di podium ini. Panjenengan semua pancen jos," kata Ganjar.Upacara Pelantikan Taruna Angkatan VIII SMK Negeri 2 Sragen tersebut diikuti 555 Taruna dari enam jurusan. Yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Permesinan, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Desain Pemodelan dan Info Bangunan, Bisnis Konstruksi dan Properti.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler