Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemarin juga telah menggelar rapat dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya, Kapolda Jateng Irjen Rycko A Dahniel, kapolres dan kepala dinas dari seluruh Jateng. Dari rapat itu dibahas tiga masalah penting, yakni terkait lalu lintas, infratruktur dan mudik gratis.

Untuk lalu lintas, Ganjar meyebut bahwa yang perlu jadi perhatian serius adalah titik kemacetan, rambu lalu lintas, rekayasa lalu lintas dan pengelolaan jalan tol.

Sementara untuk titik macet, Brebes Exit (Brexit) yang saat musim mudik 2016 lalu jadi biang macet, kini dipastikan tidak akan jadi masalah.

"Dulu yang bikin kita trauma adalah Brexit (Brebes Exit) tapi sekarang sudah tidak. Secara umum titik macet sudah kita hitung berdasarkan pengalaman kita mengalami beberapa kemacetan," katanya.

Beberapa sinyalemen kemacetan parah di Jateng, lanjut Ganjar, berada di pasar tumpah, perlintasan kereta api serta exit tol

Ganjar menyebut, telah menginstruksikan pada pemerintah kabupaten/kota agar menyiapkan jurus, khususnya untuk mengantisipasi pasar tumpah.

"Mengantisipasi pasar tumpah, segera menandai titik-titik penting rawan kemacetan. Untuk exit tol, titik rawan kemacetan berada di pintu exit tol Pejagan, Pemalang, Banyumanik, Salatiga, Tingkir, Boyolali dan Kartosuro. Exit tol ini jalur alternatif kita berikan. Mudah-mudahan temen-temen di kabupaten membantu," paparnya.
"Mengantisipasi pasar tumpah, segera menandai titik-titik penting rawan kemacetan. Untuk exit tol, titik rawan kemacetan berada di pintu exit tol Pejagan, Pemalang, Banyumanik, Salatiga, Tingkir, Boyolali dan Kartosuro. Exit tol ini jalur alternatif kita berikan. Mudah-mudahan temen-temen di kabupaten membantu," paparnya.Sementara terkait infrastruktur, Ganjar mengatakan saat ini beberapa ruas jalan di wilayah di Jateng tengah diperbaiki dan maksimal harus selesai H-6 Lebaran.Dia optimistis keberadaan tol Trans Jawa siap dilalui pemudik meskipun ada sejumlah catatan yang mesti segera dieksekusi oleh pengelola jalan tol. Selain itu, Ganjar mewanti-wanti agar pemudik yang akan menggunakan jalan tol untuk menyiapkan saldo kartu e-toll-nya."Sebagai gambaran dari Jakarta ke Semarang perlu e-toll sekitar Rp 370 ribu," bebernya.Sementara untuk mudik, Pemprov Jateng juga memilik program mudik gratis dari Jakarta ke tiga titik padat pemudik, yakni Banyumas, Solo dan Semarang. Ada tiga rangkaian kereta berkapasitas 6.000 orang, kapal berkapasitas 2.000 orang dan kendaraan bermotor serta lebih dari seribu bus. Pemprov Jateng menyediakan 207 bus, 3 rangkaian kereta serta kapal. "Mudah-mudahan bisa kita lakukan, sehingga mudik melahirkan suasana yang menggembirakan," ujarnya.(lhr) Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler