Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebut, ada beberapa dasar larangan tersebut dikeluarkan. Salah satunya demi keamanan para pelajar.

Selain itu, para pelajar dianggap belum mengetahui tentang esensi dari pada apa yang sedang diperjuangkan oleh mahasiswa yang unjuk rasa. Pelajar itu, belum tahu isu-isu apa yang sedang diperjuangkan.

"Para pelajar tersebut belum memahami betul, mungkin hanya dengar-dengar saja dari medsos, namun saya yakin mereka belum tahu yang sebenarnya," katanya dilansir Antara.

Ia menilai, para pelajar dengan usia yang masih sangat muda sangat mudah terprovokasi atau terhasut. Sehingga bisa berujung pada hal-hal yang merugikan.

Kapolda menyontohkan aksi demontsrasi yang terjadi di Kota Magelang belum lama ini. Saat itu, polisi mengamankan sebanyak 59 orang perusuh usai aksi demo. Dari jumlah peserta aksi sebanyak itu, tidak satupun yang statusnya mahasiswa yang ikut unjuk rasa.

Baca: Ada Pelajar Ikut Demo, Ganjar: KPAI Turun Dong
Mereka juga mengaku tak mengetahui secara pasti apa yang diperjuangkan dalam demo tersebut. Mereka terdiri dari pelajar dan para preman."Yang diamankan perusuh ada anak-anak geng. Mereka yang diamankan pelajar, saat ditanya apa yang sedang diperjuangkan dalam aksi itu, mereka semuanya tidak tahu. Mereka pelajar SMP dan SMA diajak untuk melempar. Salah satu bukti agar pelajar jangan dilibatkan dalam aksi di lapangan," terangnya.Kendati demikian, pihaknya sudah mengimbau kepada sekolah untuk mengingatkan para pelajar jangan ikut turun aksi di lapangan. Selain itu pihaknya juga mengimbau kepada mahasiswa jika bertemu para pelajar dalam aksi agar disuruh pulang dan bersekolah. Penulis: Ali MuntohaEditor: Ali MuntohaSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler