Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Surakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jatenga) dan Bank Indonesia menjalin kerja sama untuk membuka ekspor produk Usaha Kecil Menengah (UKM) ke Belgia. Jalinan kerja sama itu diteken di tengah harga sewa kontainer yang mahal.

Terobosan itu mendapat pujian dari Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum Bidang Kajian Regulasi, Sertifikasi dan Advokasi Asmindo Robert Wijaya mengaku terbantu dengan jalinan kerja sama itu. Sebab, pembiayaan untuk pengiriman kontainer ke luar negeri, ditanggung oleh Bank Indonesia.

“Insyaallah, minggu depan barangnya berangkat. Pamerannya mungkin Oktober. (Produk) Yang akan dikirim utamanya furnitur home decor interior. Kontainer yang akan dikirim itu adalah 1x40 feet, nilainya kira-kira USD 40 ribu,” tuturnya, pada diskusi menyangkut furnitur di acara UKM Virtual Expo, Minggu (19/9/2021).

Menurutnya, langkah ini tak lepas dari dukungan semua pihak. Di antaranya KADIN, Bank Indonesia dan perusahaan swasta di Belgia serta Dinas Koperasi dan UKM Jateng.

Asmindo sendiri, terlibat dalam mempersiapkan perajin-perajin kayu, untuk menyiapkan standar harga, kualitas dan kurasi karya. “Ya saya pikir saat ini Pemprov Jateng bagaimana terobosan untuk UKM nya, saya pikir Dinas Koperasi UKM Jateng menurut saya pahlawan UKM ya. Luar biasa,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga kontainer, Robert berharap pemerintah juga ikut campur lebih dalam. Sebab, saat ini tren permintaan barang furnitur dari luar negeri cukup tinggi.
Terkait kenaikan harga kontainer, Robert berharap pemerintah juga ikut campur lebih dalam. Sebab, saat ini tren permintaan barang furnitur dari luar negeri cukup tinggi.Wakil ketua umum Asmindo bidang organisasi dan hubungan antar lembaga David Wijaya mengatakan, produk furnitur Jateng menjadi penyokong produk di Indonesia. Menurutnya, model bisnis kayu di Jawa Tengah banyak disokong oleh perajin.“Ya Jateng jadi sentra industri mebel nasional. Terutama produk orisinal dari Jateng. Model bisnisnya di support (didukung) oleh perajin di Jawa Tengah jarang yang full manufacture, perusahaan besar dari log sampai kontainer itu dalam satu lokasi,” paparnya.Oleh karenanya, ia sangat mendukung jika nanti Pemprov Jateng membentuk factory sharing. Hal itu menurutnya, akan memperkuat kualitas perajin kecil.“Factory Sharing usulan kegiatan kita yang ditangkap oleh pemerintah untuk memperkuat sentra industri kerajinan kita. Kita harapkan suplai bahan baku tertata kontinuitas terjaga. Kalau kita punya ini penyediaan bahan baku mulai dari log dan komponen sudah tersedia. Sampai ada upgrade terhadap sumber daya yang ada,” pungkas David. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler