Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah dr Joko Handoyo meminta masyarakat tidak menganggap remeh virus Covid-19 varian Omicron yang terdeteksi di Jawa Tengah.

Meski begitu masyarakat juga tidak perlu berlebihan menanggapinya. Apalagi jika dibanding dengan varian Delta, varian Omicron tidak lebih parah. Namun kemampuan menularnya lebih cepat.

Baca: Omicron Masuk Jateng, Sembilan Orang Terpapar

"Kalau dibandingkan sama Delta ya tingkat keparahan virus Omicron ini lebih rendah. Tapi kita minta masyarakat tetap waspada. Jadi jangan memandang remeh dengan penularan varian Omicron, tapi jangan juga disikapi dengan berlebihan," kata Joko seperti dikutip Detik.com, Jumat (21/1/2022).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak bulan Desember 2021 lalu ketika Omicron sudah dikabarkan masuk Indonesia.

"Tentunya sebagaimana yang lain juga akan tetap waspada dan sebetulnya sudah kami persiapkan sejak awal bulan Desember tahun lalu karena berita ini sudah masuk bahwa ada varian baru. Bahkan kalau kita pikir sekarang ini ada varian lebih baru lagi," jelasnya.
Baca: Ganjar Benarkan Sembilan Orang di Jateng Terpapar Omicron"Harapan kita moga-moga tidak ada lonjakan dari varian Omicron yang sebarannya lebih cepat. Maka kita minta semua warga patuhi prokes dan tetap lakukan vaksinasi untuk antisipasi penularan," imbuhnya.Diberitakan sebelumnya, terdapat 9 sampel tes WGS dari Jateng yang terkonfirmasi varian Omicron. Pihak Polda Jateng yang memiliki data tersebut membenarkan. Disebutkan 6 sampel berasal dari Kota Semarang, 1 dari Kota Pekalongan, Sukoharjo, dan Cilacap.Untuk kasus di Kota Pekalongan dan Sukoharjo diketahui pasien tersebut sudah sembuh. Sedangkan di Kota Semarang 4 orang yang merupakan warga Kota Semarang dan satu keluarga sudah sembuh. Untuk 2 lainnya merupakan warga luar kota yang masih dirawat di rumah sakit di Kota Semarang.Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler