Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen - Jembatan Sepan di Desa Bonagung kembali berdiri kokoh usai 11 tahun putus. Jembatan tersebut sebelumnya menjadi akses penghubung antara Dukuh Sedadi dan Dukuh Pancuran.

Warga menyambut gembira berfungsinya kembali jembatan Sepan. Atmodiharjo Sarimin, salah seorang warga Pancuran mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jateng yang telah membangun kembali jembatan itu. Sejak jembatan putus, banyak warga yang kesulitan akses.

"Sejak jembatan putus, warga harus memutar untuk menuju balai desa ataupun ke fasilitas-fasilitas umum lain yang letaknya di Dukuh Sedadi," kata Sarimin ditemui di lokasi, Kamis (27/01/2022).

Disebutkan Sarimin, Jembatan Sepan terputus karena diterjang arus yang deras pada tahun 2010 lalu. Melalui program 1 OPD 1 Desa Dampingan, dibangun kembali untuk memudahkan akses warga.

Saat peresmian jembatan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta masyarakat untuk menjaga jembatan dan sungai secara baik-baik. Dia berpesan agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai.

Membuang sampah di sungai, lanjutnya, akan mengakibatkan banjir dan bencana-bencana lainnya. Ketika bencana terjadi lagi, maka berdampak pada kehidupan masyarakat. Artinya, masyarakat perlu memulai menata kehidupan lagi.“Saya titip, karena di bawah jembatan ini ada lubang saluran air, sampahnya jangan dibuang sembarangan. Itu yang biasanya menyebabkan kerusakan-kerusakan fatal. Bukan hanya kerusakan pada jembatan saja, tetapi juga berdampak pada persoalan lain,” katanya.Sebagai informasi, Jembatan Sepan diperbaiki menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Prima Duta Kencana dan PT Hefa Sarana. Biaya perbaikan jembatan tersebut menghabiskan dana Rp 204,91 juta Penulis: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler