Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Yogyakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyiapkan ribuan kamar untuk isolasi terpusat untuk mengantisipasi tingginya lonjakan Covid-19.

Pasalnya, hingga saat ini kasus Covid-19 di DIY sangat tinggi dan nyaris tembus 500 kasus aktif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan saat ini masing-masing kabupaten/kota masing-masing memiliki 600-an kamar isolasi.

Baca: Omicron Masuk Jateng, Isolasi Terpusat di Kudus Kembali Disiagakan

"Kami perkirakan shelter masing-masing kabupaten-kota ada 600-an, dikali lima, sudah ada 3.000 kamar," katanya seperti dikutip Detik.com, Jumat (4/2/2022)

Aji lalu mencontohkan, di tiap kecamatan di Kulon Progo sudah tersedia isolasi terpusat. Saat ini, Pemkab Kulon Progo juga menyiapkan rumah susun sewa (Rusunawa) dengan kapasitas 300 kamar.

"Total di Kulon Progo ada 800 kamar. Di Sleman ada Wisma Haji, Di Kota Yogyakarta ada Rusunawa Bener, di Gunungkidul dulu di Wanagama," katanya.

Baca: Penderita Omicron Bisa Isolasi Mandiri, Ini SyaratnyaAji mengatakan dengan kapasitas sekitar 3.000 kamar, Pemprov DIY masih akan menyiapkan shelter-shelter baru lagi. Hal ini untuk mengantisipasi ledakan kasus Corona shelter yang ada saat ini masih tetap kurang untuk menampung pasien kasus positif COVID-19."Kalau kurang, siap menggunakan Hotel Mutiara yang selatan," imbuhnya.Aji menyebut isolasi terpusat itu bakal dikhususkan bagi warga yang berdomisili di DIY. Dia menyebut warga dari luar DIY biasanya menggunakan isolasi berbayar."Kalau masyarakat DIY, isoter. Orang luar DIY atau wisatawan biasanya memilih yang berbayar. Saat ini, kami sedang koordinasi dengan pengelola hotel yang sanggup menerima wisatawan," jelasnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler