MURIANEWS, Bantul – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY menggandeng Korlantas Mabes Polri dalam mengusut kecelakaan maut bus wisata rombongan warga Sukoharjo di Bantul.
Langkah itu dilakukan guna mengetahui penyebab kecelakaan maut yang menewaskan 13 orang tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Iwan Saktiadi mengeaskan, belum ada penyidikan yang dilakukan. Hingga hari ini, pihaknya masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Baca: Bus Wisata Tabrak Tebing di Bantul, 13 Meninggal 8 Luka-Luka"Sekali lagi penyidikan belum berlangsung. Akan penanganan hukumnya seperti apa nanti setelah selesai semuanya. Saat ini hasil kita kumpulkan di TKP untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Dirlantas Polda DIY seperti dikutip
Detik.com, Senin (7/2/2022).
Iwan menjelaskan, olah TKP menggunakan teknik
traffic accident analysis (TAA). Di mana data-data yang dihimpun berasal dari pengukuran dan pemotretan TKP.
"Untuk kita olah data-data tersebut kita visualisasikan menjadi model 3 dimensi untuk kita mengetahui kira-kira seperti apa yang terjadi di sini," ujarnya.
Pasalnya, ada empat faktor yang mengiringi atau menyebabkan terjadinya kecelakaan. Seperti faktor manusia, kendaraan, lingkungan, ataupun jalan.
Baca: Tiba di Sukoharjo, 13 Korban Laka Bantul Langsung Dibawa ke Rumah Duka
"Kita belum menentukan dari empat faktor ini setelah kita selesai semuanya dalam proses penyidikan langkah yang saat ini kami lakukan dengan menghadirkan
tim traffic accident analysis dari Korlantas Polri bekerja sama dengan tim Polda (DIY) dan Polres Bantul," ujarnya.Nantinya, dengan semua temuan tersebut pihaknya baru bisa menyimpulkan apa penyebab pasti kecelakaan maut tersebut."Inilah tujuannya kita mengumpulkan sebanyak mungkin bukti di lapangan. Kita mengumpulkan sebanyak mungkin fakta di lapangan kita mengumpulkan sebanyak mungkin petunjuk-petunjuk di lapangan," imbuh Iwan.Iwan menambahkan, tidak menutup kemungkinan pemilik bus akan ikut diperiksa. Hal itu untuk mengetahui kondisi bus saat digunakan kemarin.
Baca: Enam Warga Sukoharjo Korban Laka Bantul Dimakamkan Satu Lahad"Tidak menutup kemungkinan apapun yang buat terang ini kita lakukan langkah kepolisian, mungkin apakah bus ini perawatan rutin kondisi awal seperti apa kita himpun untuk penyidikan," ucapnya.Sebelumnya, bus rombongan wisatawan mengalami kecelakaan di Bukit Bego, Padukuhan Kedungbueng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Minggu (6/2/2022) siang. Sebanyak 13 orang tewas dalam kecelakaan di Bantul ini. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber:
Detik.com
[caption id="attachment_270578" align="alignleft" width="1600"]

Bus naas yang menabrak tebing di Bantul, Yogyakarta, hingga Minggu (6/2/2022) malam. (Foto:tvonenews.com)[/caption]
MURIANEWS, Bantul – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY menggandeng Korlantas Mabes Polri dalam mengusut kecelakaan maut bus wisata rombongan warga Sukoharjo di Bantul.
Langkah itu dilakukan guna mengetahui penyebab kecelakaan maut yang menewaskan 13 orang tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Iwan Saktiadi mengeaskan, belum ada penyidikan yang dilakukan. Hingga hari ini, pihaknya masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Baca: Bus Wisata Tabrak Tebing di Bantul, 13 Meninggal 8 Luka-Luka
"Sekali lagi penyidikan belum berlangsung. Akan penanganan hukumnya seperti apa nanti setelah selesai semuanya. Saat ini hasil kita kumpulkan di TKP untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Dirlantas Polda DIY seperti dikutip
Detik.com, Senin (7/2/2022).
Iwan menjelaskan, olah TKP menggunakan teknik
traffic accident analysis (TAA). Di mana data-data yang dihimpun berasal dari pengukuran dan pemotretan TKP.
"Untuk kita olah data-data tersebut kita visualisasikan menjadi model 3 dimensi untuk kita mengetahui kira-kira seperti apa yang terjadi di sini," ujarnya.
Pasalnya, ada empat faktor yang mengiringi atau menyebabkan terjadinya kecelakaan. Seperti faktor manusia, kendaraan, lingkungan, ataupun jalan.
Baca: Tiba di Sukoharjo, 13 Korban Laka Bantul Langsung Dibawa ke Rumah Duka
"Kita belum menentukan dari empat faktor ini setelah kita selesai semuanya dalam proses penyidikan langkah yang saat ini kami lakukan dengan menghadirkan
tim traffic accident analysis dari Korlantas Polri bekerja sama dengan tim Polda (DIY) dan Polres Bantul," ujarnya.
Nantinya, dengan semua temuan tersebut pihaknya baru bisa menyimpulkan apa penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
"Inilah tujuannya kita mengumpulkan sebanyak mungkin bukti di lapangan. Kita mengumpulkan sebanyak mungkin fakta di lapangan kita mengumpulkan sebanyak mungkin petunjuk-petunjuk di lapangan," imbuh Iwan.
Iwan menambahkan, tidak menutup kemungkinan pemilik bus akan ikut diperiksa. Hal itu untuk mengetahui kondisi bus saat digunakan kemarin.
Baca: Enam Warga Sukoharjo Korban Laka Bantul Dimakamkan Satu Lahad
"Tidak menutup kemungkinan apapun yang buat terang ini kita lakukan langkah kepolisian, mungkin apakah bus ini perawatan rutin kondisi awal seperti apa kita himpun untuk penyidikan," ucapnya.
Sebelumnya, bus rombongan wisatawan mengalami kecelakaan di Bukit Bego, Padukuhan Kedungbueng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Minggu (6/2/2022) siang. Sebanyak 13 orang tewas dalam kecelakaan di Bantul ini.
Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber:
Detik.com