Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Klaten - Naiknya sejumlah harga bahan baku kue dikeluhkan pelaku usaha donat, Agus Tri Haryanto. Dia menyebut, kenaikan harga terjadi pada tepung terigu, gula pasir, telur dan margarin. Belum lagi ditambah sulitnya mendapatkan minyak goreng.

Uneg-uneg itu disampaikan Agus saat bertemu Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada kegiatan Peningkatan Kapasitas UMKM se-Kabupaten Klaten, Selasa (22/02/2022) di Pendapa Kabupaten Klaten. Merangkaknya harga membuat pengusaha kecil sepertinya sulit bertahan.

Baca: Datang ke Wadas, Wagub Jateng Dapat Curhatan Begini

"Itu permasalahannya tentang bahan-bahan roti itu semua melonjak tinggi. Naik. Untuk produktivitas hari ini pun, untuk besok tidak bisa membeli bahan baku tersebut," kata warga Jatinom itu.

Agus menyebut, harga margarin yang biasa dia pakai, sekarang naik Rp 10.000 per karton. Kemudian harga gula pasir yang sebelumnya di kisaran Rp 12.000 - Rp 12.500 per kilo, saat ini menjadi Rp 13.000 per kg. Untuk telur ayam, harganya terbilang fluktuatif.

Dirinya mengaku tidak bisa menaikkan harga jual donatnya. Sebab, daya beli masyarakat Klaten tidak banyak yang bisa menjangkau. Apalagi, ditambah dengan situasi pandemi yang memberikan pengaruh kurang menguntungkan bagi ekonomi masyarakat.

Baca: Tempe di Kudus Semakin Kecil, Harga Tahu Naik

Saat sebelum situasi pandemi, Agus mengungkapkan, paling tidak donatnya bisa terjual 200 dozen dalam sehari. Tetapi sekarang, rata-rata per hari hanya 100 dozen.Merespon keluhan tersebut, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan satgas pangan untuk mengecek kondisi harga di lapangan. Ini diperlukan, mengingat sebentar lagi sudah memasuki bulan puasa."Kita langsung aja bukan hanya operasi minyak (goreng), tetapi penataan semuanya terkait kenaikan harga. Apalagi ini kan menjelang puasa, menjelang lebaran, memang biasanya ada kenaikan," tutur Wagub saat diwawancarai.Baca: Mendag Ungkap Penyebab Naiknya Harga Kedelai, Salah Satunya MengejutkanSatgas pangan nanti utamanya akan diturunkan di gudang-gudang logistik, yang ada di Jawa Tengah. Sehingga, persoalan kenaikan harga segera dapat ditangani. Penulis: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler