MURIANEWS, Surabaya — Setelah menunggu sekian lama sejak pandemi, 392 jemaah
umrah asal Jawa Timur akhirnya berangkat ke Tanah Suci. Ratusan jemaah tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda ke Madinah tanpa transit, Senin (14/3/2022).
Melihat hal itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut positif. Ia bahkan yakin setelah penerbangan untuk jemaah umrah ini, pembukaan perjalanan ibadah haji bisa diberangkatkan tahun ini.
Baca:
Omicron Mengganas, Kemenag Lepas 419 Jemaah Umrah ke Tanah Suci“Ibadah haji belum ada penerbangan. Tapi kita optimistis, jika vaksinasi di Jatim bisa terus ditingkatkan bersamaan dengan protokol kesehatannya,” kata Emil seperti dikutip
Solopos.com.
Dia menuturkan dibukanya penerbangan perjalanan luar negeri non Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah hasil jerih payah dan kerja sama berbagai pihak.
“Saya dan Ibu Gubernur mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama semua pihak. Baik dari Kemenag, Lanudal, Amphuri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan perdana umrah ini,” jelas dia.
Ratusan orang tersebut akan terbang ke Tanah Suci dengan maskapai Lion Air. Selain itu, pada Selasa (15/3/2022) akan ada sebanyak 260 orang calon jemaah umrah yang akan diberangkatkan menggunakan maskapai penerabangan Garuda Indonesia.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram, mengaku bersyukur telah dibukanya penerbangan untuk jemaah umrah dari Bandara Internasional Juanda. Dia menyampaikan Kanwil Kemenag akan mengikuti seluruh standar operasional yang telah disetujui bersama.Baca:
Kemenag Hentikan Sementara Pemberangkatan Umrah, Karena Omicron?Sehingga masyarakat yang menjalankan ibadah umrah bisa berangkat tanpa tes PCR. Namun, pada saat kepulangan akan tetap menjalani tes PCR di tujuan akhir masing-masing. Selain itu, mereka juga akan dikarantina sambil menunggu hasil tesnya terbit.“Hanya menunggu tanpa karantina. Satu hari saja. Kalau negatif pulang, kalau positif ya isolasi di hotel. Tidak ada tambahan aturan lain,” kata dia, Minggu (13/3/2022).Pemerintah telah menyediakan tempat menunggu hasil swab sebanyak 1.299 tempat tidur di 27 hotel yang terverifikasi oleh KKP dan PHRI. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber:
Solopos.com
[caption id="attachment_263586" align="alignleft" width="880"]

Pelepasan jemaah umrah (foto: cnnindonesia.com)[/caption]
MURIANEWS, Surabaya — Setelah menunggu sekian lama sejak pandemi, 392 jemaah
umrah asal Jawa Timur akhirnya berangkat ke Tanah Suci. Ratusan jemaah tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda ke Madinah tanpa transit, Senin (14/3/2022).
Melihat hal itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut positif. Ia bahkan yakin setelah penerbangan untuk jemaah umrah ini, pembukaan perjalanan ibadah haji bisa diberangkatkan tahun ini.
Baca:
Omicron Mengganas, Kemenag Lepas 419 Jemaah Umrah ke Tanah Suci
“Ibadah haji belum ada penerbangan. Tapi kita optimistis, jika vaksinasi di Jatim bisa terus ditingkatkan bersamaan dengan protokol kesehatannya,” kata Emil seperti dikutip
Solopos.com.
Dia menuturkan dibukanya penerbangan perjalanan luar negeri non Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah hasil jerih payah dan kerja sama berbagai pihak.
“Saya dan Ibu Gubernur mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama semua pihak. Baik dari Kemenag, Lanudal, Amphuri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan perdana umrah ini,” jelas dia.
Ratusan orang tersebut akan terbang ke Tanah Suci dengan maskapai Lion Air. Selain itu, pada Selasa (15/3/2022) akan ada sebanyak 260 orang calon jemaah umrah yang akan diberangkatkan menggunakan maskapai penerabangan Garuda Indonesia.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram, mengaku bersyukur telah dibukanya penerbangan untuk jemaah umrah dari Bandara Internasional Juanda. Dia menyampaikan Kanwil Kemenag akan mengikuti seluruh standar operasional yang telah disetujui bersama.
Baca:
Kemenag Hentikan Sementara Pemberangkatan Umrah, Karena Omicron?
Sehingga masyarakat yang menjalankan ibadah umrah bisa berangkat tanpa tes PCR. Namun, pada saat kepulangan akan tetap menjalani tes PCR di tujuan akhir masing-masing. Selain itu, mereka juga akan dikarantina sambil menunggu hasil tesnya terbit.
“Hanya menunggu tanpa karantina. Satu hari saja. Kalau negatif pulang, kalau positif ya isolasi di hotel. Tidak ada tambahan aturan lain,” kata dia, Minggu (13/3/2022).
Pemerintah telah menyediakan tempat menunggu hasil swab sebanyak 1.299 tempat tidur di 27 hotel yang terverifikasi oleh KKP dan PHRI.
Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber:
Solopos.com