MURIANEWS, Semarang — Fenomena hujan es melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Senin (28/3/2022). Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah (Jateng) hujan es ini terjadi di empat kabupaten/kota.
Ketiga kabupaten tersebut Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Wonogiri. Untuk daerah Temanggung meliputi sebagian wilayah di Kecamatan Bansari dan Kecamatan Kledung.
Selain itu di Kabupaten Magelang meliputi Kecamatan Windusari. Di susul Kota Magelang di sebagian wilayah Kecamatan Magelang Selatan. Sementara di Kabupaten Wonogiri berada di sebagian wilayah Kecamatan Eromoko.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengatakan, hujan es itu terjadi pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Butiran es muncul bersamaan dengan hujan deras yang disertai dengan angin kencang.
”Adanya hujan es itu disebabkan adanya awan cumulonimbus di wilayah Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Wonogiri,” katanya seperti dikutip
Solopos.com, Senin (28/3/2022)
”Adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Pulau Jawa yang menyebabkan adanya daerah konvergensi memanjang di sebelah barat Pulau Sumatra hingga Pulau Jawa,” tambahnya.
Hal itu, kata Sutikno, menyebabkan peningkatan pembentukan awan cumulonimbus dengan ptensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jateng.”Awan cumulonimbus terbentuk di sekitar wilayah Kabupaten Temanggung, Kabupaten dan Kota Magelang, serta Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.Ia pun mengatakan, akibat cuaca ekstrem tersebut sejumlah pohon tumbang hingga merusak atap rumah milik warga. BMKG Jateng menyebut cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jateng pada bulan Maret ini, terutama di wilayah selatan.”Kepada masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan kilat, serta hujan es. Potensi ini terjadi pada saat masa pancaroba pada bulan Maret hingga April 2022. Khusus untuk daerah dengan topografi curam, bergunung, tebing, atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas lebat terjadi selama lebih dari satu jam,” jelas Sutikno. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber:
Solopos.com
[caption id="attachment_273837" align="alignleft" width="1280"]

Ilustrasi hujan es (Dok MURIANEWS)[/caption]
MURIANEWS, Semarang — Fenomena hujan es melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Senin (28/3/2022). Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah (Jateng) hujan es ini terjadi di empat kabupaten/kota.
Ketiga kabupaten tersebut Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Wonogiri. Untuk daerah Temanggung meliputi sebagian wilayah di Kecamatan Bansari dan Kecamatan Kledung.
Selain itu di Kabupaten Magelang meliputi Kecamatan Windusari. Di susul Kota Magelang di sebagian wilayah Kecamatan Magelang Selatan. Sementara di Kabupaten Wonogiri berada di sebagian wilayah Kecamatan Eromoko.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengatakan, hujan es itu terjadi pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Butiran es muncul bersamaan dengan hujan deras yang disertai dengan angin kencang.
”Adanya hujan es itu disebabkan adanya awan cumulonimbus di wilayah Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Wonogiri,” katanya seperti dikutip
Solopos.com, Senin (28/3/2022)
”Adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Pulau Jawa yang menyebabkan adanya daerah konvergensi memanjang di sebelah barat Pulau Sumatra hingga Pulau Jawa,” tambahnya.
Hal itu, kata Sutikno, menyebabkan peningkatan pembentukan awan cumulonimbus dengan ptensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jateng.
”Awan cumulonimbus terbentuk di sekitar wilayah Kabupaten Temanggung, Kabupaten dan Kota Magelang, serta Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.
Ia pun mengatakan, akibat cuaca ekstrem tersebut sejumlah pohon tumbang hingga merusak atap rumah milik warga. BMKG Jateng menyebut cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jateng pada bulan Maret ini, terutama di wilayah selatan.
”Kepada masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan kilat, serta hujan es. Potensi ini terjadi pada saat masa pancaroba pada bulan Maret hingga April 2022. Khusus untuk daerah dengan topografi curam, bergunung, tebing, atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas lebat terjadi selama lebih dari satu jam,” jelas Sutikno.
Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber:
Solopos.com