Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Semarang – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini sudah masuk di Jawa tengah. Total ada 37 kasus yang tersebar empat kabupaten, yakni Rembang, Boyolali, Banjarnegara, dan Wonosobo.
Jumlah itu diketahui dari data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinkeswan) Provinsi Jawa Tengah. Dari data tersebut, diketahui penyebaran virus PMK paling tinggi di Boyolali
Baca: Cegah PMK, Pasar Hewan di Pati Disemprot Disinfektan
Kepal Dinkeswan Jateng, Agus Wariyanto menyebutkan, 37 hewan ternak yang terjangkit PMK di antaranya Rembang empat ekor, Boyolali 16 ekor, Banjarnegara 14 ekor, dan Wonosobo tiga ekor.
”Ternyata episentrumnya ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah di pasar hewan,” ungkap Agus seperti dikutip Suara.com, Sabti (14/5/2022)
Agus mengatakan, dari 37 Hewan tersebut terdiri dari 34 sapi dan 3 ekor domba terkonfirmasi PMK pascamenjalani penelitian di Balai Veteriner Yogyakarta.
Menurut Agus, puluhan hewan dengan PMK memiliki ciri kuku lepas, tidak mau makan dan timbul bercak pada mulut hewan hingga berliur.
"Sudah di lab kemarin di Yogya," kata Agus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Dokter hewan Dispertan Kudus mengecek kesehatan sapi di salah satu kandang di Desa Besito Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Semarang – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (