Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Bandung – Pemprov Jabar mengalokasikan dana Rp 900 miliar untuk Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU). Dari anggaran  tersebut, Rp 14 miliar di antaranya untuk Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM).

Alokasi ini sekaligus untuk menjamin warga tak mampu bisa mendapatkan pendidikan gratis di sekolah swasta jenjang SMA, SMK dan SLB.

Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, Pemprov Jabar memberikan keringanan biaya sekolah untuk siswa melalui BPMU sebesar Rp 700 ribu. Selain itu, untuk siswa KETM yang bersekolah di swasta, yakni Rp 2 juta per tahun.

”Karena itu anggaran BPMU itu Rp 900 miliar tahun ini. Untuk subsidi sekolah swasta yang jalur KETM, totalnya Rp 14 miliar tahun ini,” katanya, Selasa (7/6/2022).

”Untuk siswa miskin ini daftar dulu jalur afirmasi KETM, ya sebagai bukti pendaftaran. Ini menjadi dasar atau bukti (untuk menerima bantuan subsidi),” tambahnya seperti dikutip Detik.com.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan proses pencairan bantuan untuk siswa yang bersekolah swasta dilakukan melalui cabang dinas dan ke sekolah.

”Setelah semua beres, bantuan kami pastikan akan cepat cair,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengajak siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang SMA tidak takut untuk melanjutkan. Apalagi, pihaknya sudah melakukan yang terbaik untuk memberikan pendidikan yang layak meski dari keluarga tak mampu.”Pemprov telah menyiapkan anggaran ratusan miliar untuk pendidikan gratis. Selain itu, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jabar telah didesain untuk membantu warga miskin,” ungkapnya.Ia menambahkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jabar telah didesain untuk membantu warga miskin. Bahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar bekerja sama dengan sejumlah yayasan sekolah swasta.”(Ini) anggaran untuk warga tidak mampu, kalau di negeri full gratis. Kalau swasta kita kasih uang," Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler