Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah memberikan imbauan pelaksanaan salat Iduladha. Hal ini mengingat pelaksanaan Iduladha yang bersamaan dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr KH Tafsir mengatakan, semangat berkurban tidak boleh terhambat oleh PMK. Namun, harus tetap berjalan dengan memahami ketentuan dalam menjalankan kurban.

”Perlu memahami soal segi kesehatannya. Bisa menggandeng dinas kesehatan, sehingga hewan yang dibeli benar-benar bebas dari PMK. Selain itu hewan yang digunakan untuk berkurban tidak cacat,” katanya, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: PMK Serang Sapi dan Kerbau, Kambing Jadi Pilihan Kurban di Jepara

Menurut Tafsir, ilmu Kesehatan menjadi penting di saat pelaksanaan Iduladha di tengah-tengah wabah PMK. Sehingga pelaksanaan Iduladha tidak hanya sebatas agenda religi.

”Ilmu Kesehatan menjadi penting karena ibadah itu tidak semata-mata sebatas ritual saja. Tetapi banyak aspek terkait disiplin ilmu salah satunya kesehatan," sambungnya.

Dia melanjutkan, konsumen juga diimbau untuk tidak memotong sendiri. Tetapi diimbau untuk memotong di tempat potong hewan.
Dia melanjutkan, konsumen juga diimbau untuk tidak memotong sendiri. Tetapi diimbau untuk memotong di tempat potong hewan.”Bisa juga membeli hewan ternak untuk kurban di tempat yang sudah menggandeng dinas kesehatan,” ujarnya.Pihaknya juga mengimbau pedagang hewan kurban dituntut kejujurannya. Yakni tidak menjual daging hewan ternak yang terpapar PMK.”Penjual hewan ternak juga kami imbau untuk menjual hewan dengan kondisi sehat. Sehingga masyarakat tidak mengonsumsi hewan yang tidak sehat,” imbuhnya.  Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Dani Agus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler