Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkesan dengan warga Perumahan Graha Muria Swasti Kirana di Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Pasalnya, warga di perumahan tersebut menggalakkan program Jogo Tonggo dengan sangat baik.

Saat berkunjung ke perumahan itu bersama Bupati Kudus HM Hartopo Selasa (8/6/2021), Ganjar terpukau dengan sistem Jogo Tonggo di tempat itu.

Setidaknya, ada 28 warga di 17 rumah yang terpapar Covid-19 di perumahan tersebut. Namun, tidak semuanya isolasi mandiri di rumah, beberapa yang mengalami gejala dirawat di rumah sakit.

Di sana, dari kejauhan Ganjar menyapa sekeluarga yang terpapar Covid-19. Ganjar pun menanyakan kabar empat orang yang tinggal serumah itu.

Salah seorang anggota keluarga yang terpapar Covid-19 itupun lantas menjawab. “Awalnya saya pak yang positif, setelah bepergian ke Pati sempat belanja juga. Enggak h juga tertularnya darimana. Ini di rumah berempat, sudah dua minggu,” jawab salah seorang anggota keluarga yang positif.

Ganjar juga menemukan hal menarik dari Jogo Tonggo yang sudah diterapkan. Warga di sana, secara swadaya dan bergantian antartujuh blok perumahan menyiapkan makanan bagi warga yang saat ini tengah terpapar Covid-19.

Sehari tiga kali makanan diberikan dengan bergantian, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Setiap rumah, juga ditempeli stiker khusus untuk menandakan ada penghuni yang terpapar Covid-19.

Apalagi, saat melihat salah satu koordinator Jogo Tonggo yang tampak membawa laptop, Ganjar pun semakin tertarik.
Apalagi, saat melihat salah satu koordinator Jogo Tonggo yang tampak membawa laptop, Ganjar pun semakin tertarik.Dari koordinator itu, Ganjar mendapati bahwa Jogo Tonggo di perumahan itu sangat detail pendataanya. Mulai siapa yang terpapar, kontak erat, hingga berapa lama sudah menjalani isolasi.“Jadi semua datanya ada dan diteruskan ke Satgas Covid-19, ini salah satu saya kira model Jogo Tonggo yang menarik, memang karena dukungan perumahan kompleknya bagus juga,” puji Ganjar.Ganjar pun berharap, Jogo Tonggo di perumahan tersebut bisa dijadikan percontohan. Sebab, sistem pencatatan yang detail sangatlah penting, lantaran bisa menjadi data bagi Satgas Covid-19 dalam melakukan dan mepercepat penanganan Covid-19.“Mudah-mudahan ini menginspirasi yang lain. Sebenarnya yang bagus itu, dicatat, karena catatan inilah yang akan bisa dipakai sebagai data siapa, di mana, kapan, sudah diapakan dan sebagainya tercatat dengan baik. Sehingga, (penanganan) bisa berjalan. Sambil diedukasi terus nggih, kudu cerewet pokoke,” pungkas Ganjar sambil berpamitan.Hingga saat ini, Kudus menjadi salah satu dari delapan daerah di Jawa Tengah yang dinyatakan zona merah. Pemerintah Provinsi Jateng juga telah mengintervensi dengan membawa sebanyak 304 pasien corona yang OTG (Orang Tanpa Gejala) ke tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler